Unaisah Travel

Bismillah,alhamdulillah kini telah hadir Unaisah Travel. Semogakehadiran kami dapat makin memudahkan anda dalam mendapatkan tiket pesawatsesuai dengan kebutuhan dan harapan anda.

Selengkapnya...

Terlambat 4 jam, Rp 300 Ribu

Para pengguna jasa penerbangan komersial kini dapat bernafas lega. Keselamatan jiwa dan barang bawaan penumpang akan lebih terjamin. Pemerintah menerbitan peraturan baru yang memungkinkan penumpang mengklaim dana tunai sebagai pengganti apabila penerbangan terlambat, barang bawaan rusak atau hilang, hingga pada meninggalnya penumpang akibat kecelakaan.

Selengkapnya...

Kereta Bandara Soekarno Hatta Beroperasi 2013

Kementerian Perhubungan tengah fokus membangun jalur ganda kereta yang menghubungkan langsung ke Bandara Soekarno Hatta. Kemenhub menargetkan tahun 2013 pembangunan jalur utara dan selatan selesai dibangun..

Selengkapnya...


Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Februari 2012

Manusia Virtual Gantikan Pegawai Bandara


INILAH.COM, Jakarta – Agen penerbangan ‘virtual’ mulai menyapa para penumpang di bandara Prancis. Hal ini guna menggantikan tenaga kerja manusia yang tak bisa selalu tersenyum.

Pegawai ‘virtual’ ini dipertaruhkan untuk menggantikan manusia yang tak selalu bisa tersenyum dan butuh istirahat. Proyek awal berlangsung di bandara Orly Prancis mulai bulan lalu. Sejauh ini, proyek ini berhasil menghibur para pelancong dan membuat mereka terkejut.

Begitu meyakinkannya, seringkali ada orang yang mencoba menyentuh dan berbicara dengan gambar video yang menyapa mereka dan mengarahkan mereka ke gerbang penerbangan.

Gambar yang muncul muncul begitu saja ketika agen penerbangan (manusia nyata) menekan tombol untuk memberi sinyal penerbangan akan dimulai. Pegawai ‘virtual’ ini sebenarnya diproyeksikan ke siluet dengan bentuk manusia yang terbuat dari plexiglass.

Sebanyak tiga agen bandara nyata difilmkan di studio untuk menciptakan ilusi yang diharapkan akan lebih menarik dan mudah bagi penumpang memahami mereka dibanding layar terminal elektronik tradisional.

“Selamat pagi! Silahkan pergi ke gerbang boarding. Bandara Paris mengucapkan selamat bepergian,” kata gambar yang muncul sementara nama tujuan berkedip di depannya. Otorita bandara AdP menjadi pelopor ide ‘hologram 2-D’ ini di awal tahun.

Hal ini menjadi cara yang cukup menguras pikiran saat akan memodernisasi Hall 40, salah satu dari lusinan gerbang boarding di bandara kedua Paris, di selatan ibukota. Direktur operasional bandara Didier Leroy mengatakan, “Anak-anak menyukainya. Mereka tertarik dan mencoba bermain dengannya,” katanya.

Namun, ada pula sedikit pihak yang menganggapnya tak berguna atau hanya sebuah alat, lanutnya. Teknologi di balik gambar ini dikembangkan agensi pemasaran audiovisual Paris, L'Oeil du Chat.

Agen maya serupa juga bisa ditemui di bandara London dan Manchester sejak awal tahun ini. Hall 40 melayani 30-40 penerbangan tiap harinya, ujar Leroy. Sekitar satu juta penumpang per tahun melewatinya, terutama pada perjalanan ke selatan Prancis dan Corsica.

Pihak bandara memutuskan membuat ‘laboratorium’ pengujian cara baru guna mengorganisir gerbang boardingnya. Gerbang boarding di bandara ini mengalami perombakan besar-besaran musim semi ini untuk menciptakan 40% ruang yang lebih besar dan 20% kursi yang lebih banyak sehingga dapat menampung 400 penumpang.

Saat penumpang naik pesawat ke Bastia di Corsica, anak lima tahun mendekati hologram dan mengucapkan, “Halo!”. Gambar pra-rekaman itu pun tersenyum, berkedip, melipat tangannya, melirik ke kiri namun tak mengatakan apa-apa.

Leroy mengatakan, percobaan bandara dengan realitas virtual ini akan dievaluasi pada akhir tahun. Setelahnya, bisa diperluas untuk ruang boarding lain di Orly atau yang lebih besar, yakni di Charles de Gaulle Paris.

Sayangnya, tak semua penumpang memberi tanggapan serupa anak kecil tersebut. “Pegawai virtual ini menyeramkan. Matanya tampak seolah mengikuti Anda,” ujar pilot Air France Cedric Olivier (32).

Pada penumpang lain, mereka bergegas melewati hologram itu bahkan nyaris tak meliriknya sama sekali karena lebih mementingkan naik pesawat dibanding menemukan ruang menunggu. [mdr]

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1770248/manusia-virtual-gantikan-pegawai-bandara

Selasa, 31 Januari 2012

Tips Nyaman Naik Pesawat


Biar perjalanan anda menggunakan pesawat makin nyaman, yuk kita lihat apa saja sih yang sebaiknya dilakukan ketika mau naik pesawat?
  • Untuk penerbangan domestik datang paling tidak 1,5 jam dari jadwal , jangann lupa siapkan kartu identitas dan tiket di tempat yang mudah dijangkau. Apabila pembelian tiket menggunakan kartu kredit, ada baiknya siapkan kartu kredit juga, beberapa maskapai biasanya melakukan cek.

  • Pastikan tas yang kamu bawa ke kabin pesawat (handbag) kamu memenuhi persyaratan dari airline, tidak lebih dari 7kg dan tidak membawa benda2 yang dilarang.



  • Matikan handphone, baik ketika di ruang tunggu maupun di atas pesawat. Ini yang seringkali lalai dilakukan para penumpang, akibatnya frekuensi signal telepon genggam bisa mengganggu transmisi pewasat.

  • Duduk sesuai tiket, letakkan barang bawaan di bagasi atas, bawah kursi atau tempat lain yang direkomendasikan oleh awak kabin.

  • Duduk dengan nyaman dan kenakan sabuk pengaman, terutama ketika take off dan landed. Jika bingung, ikuti instruksi sesuai yang diperagakan atau tanyakan pada awak kabin.

  • Mengunyah permen karet saat take off bisa membantu mengatasi rasa sakit di telinga akibat perbedaan tekanan lho! 
  • Atau tutup hidung dan mulut, lalu meniup udara keluar dari telinga. Untuk penerbangan internasional dalam waktu lama biasanya diberikan earphone selama perjalanan. 

  • Jika penerbangan lebih dari 3jam, ada baiknya bebaskan kaki dari sepatu dan istirahatkan badan. Cobalah untuk relaks dan tidur jika memungkinkan. 

  • Tak perlu terburu-buru keluar dari pesawat begitu pesawat mendarat, toh pesawat tak akan membawa anda terbang lagi bukan? 

  • Pastikan semua barang bawaan tidak ada yang tertinggal di pesawat ketika turun, salah satu alasan tidak boleh buru-buru 


Sumber : http://www.indo-ict.com dengan sedikit koreksi

PENGARUH SINYAL HANDPHONE TERHADAP PESAWAT TERBANG


Ketika sedang asyik browsing disitus Google.com demi mendapatkan bahan tulisan yang menarik untuk saya postingdiblog ini, saya menemukan sebuah tulisan menarik, yang disajikan di sebuahblog yang memfokuskan diri di bidang penerbangan dan segala pernak-perniknya.

Pada bagian prolognya, si pemilikblog manyatakan :

"Tulisan ini berasal dari sebuah milist, shg sudah tidak jelas lagisiapa penulisnya (jika ada yang merasa menulis ini saya minta ijin untukdipublish disini. namun yang jelas tulisan ini sangat layak untuk diketahui" (http://hanif-pesawat.blogspot.com/)


sayapun mencoba mencari tahu asalmuasal tulisan tersebut -dengan kembali browsing di google tentunya-, namun saya tidakjuga mendapatkan sumber asli dari tulisan tersebut, yang saya dapatkan bahwalumayan banyak blog dan member suatu forum yang memposting tulisan ini tanpamenyebutkan darimana mereka mengambil tulisan ini.

Adapun tulisan yang saya maksudadalah :

--------

Saya sedih mendengar terbakarnyapesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7 Maret 2007, pukul 07.00 pagi, jurusanJakarta-Yogyakarta di Bandara Adisucipto.

Kejadian itu sungguh menyayathati dan perasaan. Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang keBatam dengan menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk disampingsaya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihatmarah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari salahsatu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orangini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakantugasnya.

Langsung saya tanya kenapatiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian dia bercerita bahwa dia adalahmanager salah satu perusahaan industri, dimana dia adalah supervisor khususmesin turbin. Saat dia melaksanakan tugasnya tiba-tiba mesin turbin mati,setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang menggunaka handphonedi dalam ruangan mesin turbin.

Orang Jerman ini menjelaskanbahwa apabila frekuensi handphone dengan mesin turbin ini kebetulan sama dansinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin tersebut, lebih fatallagi berakibat turbin bisa langsung mati.

Cerita ini langsung saya kaitkandengan peristiwa diatas, kalau saya tidak salah mendengar mesin pesawattiba-tiba mati pada saat mau mendarat. Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibathandphone penumpang. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk masyarakat yang seringbepergian dengan pesawat. (KOMPAS)

Buat yang belum tahu, kenapatidak boleh menyalakan Handphone di pesawat, berikut penjelasannya:

Sekedar untuk informasi saja,mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar berita mengenai kecelakaan pesawatyang baru "take-off" dari Lanud Polonia -Medan. Sampai saat inipenyebab kejadian tersebut belum diketahui dengan pasti.

Mungkin sekedar sharing saja buatkita semua yang memiliki dan menggunakan handphone atau apapunistilahnya. Ternyata menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (AviationSafety Reporting System) bahwa handphone mempunyai kontributor yangbesar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawatterbang yang terjadi akibatkan oleh handphone. Mungkin informasi dibawah inidapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih yang sering menggunakan pesawatterbang.

Contoh kasusnya antara lain:

Pesawat Crossair dengan nomorpenerbangan LX498 baru saja "take-off" dari bandara Zurich, Swiss.Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidikmenemukan bukti adanya gangguan sinyal handphone  terhadap sistem kemudi pesawat.

Sebuah pesawat Slovenia Air dalampenerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm dikokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah handphone  di dalam  dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistemnavigasi.

Boeing 747 Qantas tiba-tibamiring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang"final approach" untuk "landing" di bandara Heathrow,London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CDplayer, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).

Seperti kita tahu di Indonesia?Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, langsung saja terdengar bunyibeberapa  handphone  yang baru saja diaktifkan. 

Para "pelanggar hukum"itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpanglain, disamping merupakan gangguan (nuisance) terhadap kenyamanan orang lain.

Dapat dimaklumi, mereka padaumumnya memang belum memahami tatakrama menggunakan handphone , disamping jugabelum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnyaterhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah handphone  harusdimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering selama berada di dalampesawat.

Berikut merupakan bentukganguan-gangguan yang terjadi di pesawat: Arah terbang melenceng ,Indikator HSI(Horizontal Situation Indicator) terganggu, Gangguan penyebab VOR (VHFOmnidirectional Receiver) tak terdengar, Gangguan sistem navigasi, Gangguanfrekuensi komunikasi, Gangguan indikator bahan bakar, Gangguan sistem kemudiotomatis, Semua gangguan di atas diakibatkan oleh handphone, sedangkan gangguanlainnya seperti Gangguan arah kompas komputer diakibatkan oleh CD & gameGangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy. Semuainformasi diatas adalah bersumber dari ASRS.

Dengan melihat daftar gangguandiatas kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapiketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukupbesar akibat penggunaan handphone.

Kebisingan pada headset parapenerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapatmenerima instruksi dari menara pengawas dengan baik.

Untuk diketahui, handphone tidakhanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenagalistrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah handphone dapatmenjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000>kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (DiJakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligusterjangkau oleh sebuah handphone aktif di pesawat terbang yang sedang bergerakdi atas Jakarta).(Varis/ pertamina)

Sebagai mahluk modern, sebaiknyakita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kitamalu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain,melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata krama?

Sekiranya bila kita naik pesawat,bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita memiliki handphone. Semua orangtahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demikeselamatan sesama, dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlahmengaktifkan handphone selama di dalam pesawat terbang.

Semoga suatu hari rakyat kitabisa sedikit lebih pintar.

-----

Demikianlah tulisan yang sayamaksud, mudah-mudahan ada ilmu yang bisa diambil meskipun jalur periwayatanberita ini agak sedikit simpangsiur. Namun setidaknya, kaidah “mencegahmafsadat (kerusakan) lebih didahulukan daripada mengambil maslahat (kebaikan)”bisa kita terapkan pada kasus ini, wallau a’lam.

Di kutip dari :http://hanif-pesawat.blogspot.com/ dengan sedikit koreksi.

Senin, 30 Januari 2012

E-Ticket


E-Tiket??? Apaan tuh???

Pada saat ini, mungkin kita akansering mendengar istilah yang disebut dengan E-Tiket  alias Tiket Elektronik, terutama bagi merekayang melakukan pemesanan Tiket secara On-line melalui situs maskapai maupunpemesanan Tiket melalui agen-agen tiket yang melayani pembelian tiket secaraOn-line.

Lantas, sebenarnya apa sih yangdimaksud dengan E-Tiket itu? Berikut adalah sedikit penjelasannya.


E-Ticket adalah salah bentukpelayanan yang diberikan oleh maskapai penerbangan dalam melayani calon penumpanguntuk menggunakan pesawat-nya dalam berpergian dengan cepat dan akurat. Apabiladibanding dengan tiket biasa yang bisa terdiri sampai 4 sampai dengan 6 halamanatau tergantung dengan kondisi penumpang yang menggunakan jasa penerbangan -semakin sering transit atau chek in,  akan semakin banyak jumlah halamannya-,maka bentuk tiket dari e-tiket bisa dibilang sangat sederhana, yaitu hanyaterdiri dari selembar kertas yang mencantumkan secara lengkap mulai dari jadwalpenerbangan, tanggal, tujuan serta peraturan lainnya. Hal ini dapat pulamendukung gerakan Go-green dan gerakan Paperless yang kini sedang digalakkandalam menghadapi pemanasan global.

Selain ringkas dan mudah dalammemprosesnya, data yang tertera pada E-Tiket juga tercatat pada pusat dataelektronik di pusat data perusahaan penerbangan yang penumpang gunakan, jadidata akan valid dan akurat dengan kondisi sebenarnya. Dengan E-Tiket penumpangtidak perlu membawa-bawa tiket ke airport. Apabila hilang, maka penumpang bisamencetak ulang dan tidak memerlukan biaya tambahan alias gratis. Harga yangtertera sangat  jelas, tidak sepertitiket jenis lama, yang seringkali tidak terbaca tindasannya.

Dari sisi perusahaan penerbangan,adanya system E-Tiket ini juga dapat memperkecil biaya pelayanan, sehinggadapat sedikit menekan harga tiket, yang akhirnya dapat member keuntungan lagibagi para penumpangnya.

Untuk chek-in dengan e-tiket,penumpang biasanya datang ke counter chek-in dan menunjukan kode booking ataukode komfirmasi. Bahkan untuk beberapa maskapai penerbangan, tidak lagimembutuhkan kode booking, selama reservasi dapat dipastikan dengan kartuidentitas penumpang, setelah reservasi telah dikomfirmasi, penumpang dapatchek-in bagasi dan diberikan boardingpass.

E-tiket saat ini sudahdiaplikasikan pada beberapa Maskapai penerbangan, diantaranya : GarudaIndonesia, Airasia, Mandala-air, Citilink, Batavia-air juga Lion Air.

sumber : PDF artikel www.pointblue.biz dengan sedikit perubahan.